National Geografic Indonesia – 3 Edisi (Oktober – Desember 2008)

12 Apr

Jumlah Halaman :

  • per Edisi : 128 Halaman jadi 3 Edisi : 128 x3 = 384 Halaman

Kondisi Majalah :

(+) 90 %, Halaman lengkap, seluruh isi halaman FULL COLOUR, Edisi Tahun 2008

(-) bonus sisipan tidak ada

Harga yang ditawarkan : Rp. 50.000,- (harga belum termasuk ongkos kirim)

Metode Pembayaran : diutamakan COD untuk Kota Bogor, atau transfer via Rek BCA

hanya ada 1 Paket, jadi siapa cepat dia  dapat!!!. Untuk yang berminat segera SMS ke nomor 081389108975 dengan menuliskan judul buku – metode pembayaran yang diinginkan (COD Kota Bogor / Transfer) – Nama & Alamat pengiriman (untuk metode transfer). Thanks!1

DESKRIPSI MAJALAH :

Majalah ini memuat dan mengulas tentang :

1.     Oktober 2008

Akhir dari Neadertal Mengapa rival Zaman Es kita lenyap?
Oleh Stephen S. Hall, Foto oleh David Littschwager
Rekontruksi oleh Kennis & Kennis Foto oleh Joe McNally

Melukis Langit Burung kirik-kirik melintasi 3 benua.
Oleh Bruce Barcott Foto oleh Jozsef L. Szentpeteri

Jalur Cepat India Jalan raya bagi masa depan bangsa.
Oleh Don Belt Foto oleh Ed Kashi

Pangan Indonesia Ketahanan atau kedaulatan pangan?
Oleh Zen Rahmat Sugito Foto oleh Feri Latief

Paus Sikat Terpuruk di utara berjaya di selatan.
Oleh Douglas H. Chadwick Foto oleh Brian Skerry

2.    November 2008

Polusi Cahaya Langit kota tak lagi berbintang.
Oleh Verilyn Klinkenborg Foto oleh Jim Richardson

Kalimantan Dapatkah keragaman hayatinya diselamatkan?
Oleh Mel White Foto oleh Mattias Klum

Puri Kristal Gua di Meksiko nan panas dan indah.
Oleh Neil Shea Foto oleh Carsten Peter

Tarahumara Modernitas mengancam masyarakat ini.
Oleh Cynthia Gorney Foto oleh Robb Kendrick

Gajah Laut Mahluk raksasa yang kawin setahun sekali.
Oleh Susan Casey Foto oleh Yva Momatiuk dan John Eastcott

3.      Desember 2008

Di Bawah Bayang-Bayang Darwin Alfred Russel Wallace adalah penemu teori evolusi yang terlupakan.
Oleh David Quanmen Foto oleh Robert Clark

Kisah Lima Danau Malili Danau-danau yang saling terkait menyokong peradaban sekitar.
Oleh Tina Rosenberg Foto oleh Lynn Johnson

Panorama Mars Planet merah di mata kita.
Oleh John Updike

Perintis Pasifik Bagaimana penjelajah berperahu mencapai pulau terluar pasifik?
Oleh Roff Smith Foto oleh Stephen Alvarez

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: